TUGAS SISTEM TERDISTRIBUSI
KELOMPOK 4
ADI ARIANTO 110153087
ADI ARIANTO 110153087
DWI TSAA YUDHA 110153096
DEDE PUTRA 110153075
IMRON MASHADI 110153082
Apa Yang Dimaksud Dengan Grid
Computing?
Grid computing merupakan sebuah cara berbagi kerja (sharing
task) melalui lebih dari satu komputer. Task yang dimaksud dapat bervariasi
dari penyimpanan data (data storage) dampai dengan penghitungan alias kalkulasi
yang kompleks dan dapat tersebar pada jarak geografis yang berjauhan.
Dalam beberapa kasus,
komputer di dalam sebuah grid digunakan secara normal dan bertindak sebagai
bagian dari grid ketika mereka tidak digunakan. Grid-grid tersebut menggunakan
siklus yang tidak terpakai (unused cycle) pada setiap komputer yang dapat
mereka akses untuk menyelesaikan project-project tertentu. SETI@home mungkin
merupakan salah satu grid computing project yang paling banyak dikenal, dan
beberapa organisasi lainnya mengandalkan sukarelawan untuk menambahkan komputer
mereka ke dalam sebuah grid.
Komputer-komputer tersebut
bergabung bersama-sama untuk membuat sebuah supercomputer virtual. Komputer
dalam jaringan dapat bekerja pada masalah yang sama, dan dapat lebih powerful
dibandingkan dengan supercomputer yang dibuat pada tahun 70-an dan 80-an.
Supercomputer modern dibuat dengan prinsip grid computing, menggabungkan
komputer-komputer berukuran kecil ke dalam sebuah sistem komputer besar.
Gagasan grid computing
pertama kali dimunculkan oleh Ian Foster, Carl Kesselman dan Steve Tuecke.
Mereka bersama-sama mengembangkan sebuah toolkit untuk menangani manajeman
komputasi (computation management), perpindahan data (data movement), manajeman
penyimpanan (storage management) dan infrastruktur lainnya yang dapat menangani
grid-grid besar tanpa membatasi dirinya sendiri pada hardware dan requirement
tertentu.
Secara singkat, grid computing berarti menyatukan seluruh sumberdaya TI ke dalam sekumpulan layanan yang bisa digunakan secara bersama-sama untuk memenuhi kebutuhan komputing perusahaan. Infrastruktur grid computing secara kontinyu menganalisa permintaan terhadap sumberdaya dan mengatur suplai untuk disesuaikan terhadap permintaan tersebut. Dimana data disimpan atau computer mana yang memproses permintaan tidak perlu dipikirkan. Sebagaimana arus listrik; untuk memanfaatkannya, tempat pembangkit atau bagaimana pengabelan jaringan listrik tidak perlu diketahui. Dalam menyelesaikan masalah system monolitik dan sumberdaya yang terfragmentasi, grid computing bertujuan menciptakan keseimbangan antara pengaturan suplai sumberdaya dan kontrol yang fleksibel. Sumberdaya TI yang dikelola dalam grid mencakup:
Konsep Grid
Computing
a. Sumberdaya
Infrastruktur
Mencakup hardware seperti penyimpan, prosesor, memori, dan jaringan; juga software yang didisain untuk mengelola hardware ini, seperti database, manajemen penyimpan, manajemen sistem, server aplikasi dan system operasi.
Mencakup hardware seperti penyimpan, prosesor, memori, dan jaringan; juga software yang didisain untuk mengelola hardware ini, seperti database, manajemen penyimpan, manajemen sistem, server aplikasi dan system operasi.
b. Sumberdaya
Aplikasi
Adalah perwujudan logika bisnis dan arus proses dalam software aplikasi. Sumberdaya yang dimaksud bisa berupa aplikasi paket atau aplikasi buatan, ditulis dalam bahasa pemrograman, dan merefleksikan tingkat kompleksitas. Sebagai contoh, software yang mengambil pesanan dari seorang pelanggan dan mengirimkan balasan, proses yang mencetak slip gaji, dan logika yang menghubungkan telepon dari pelanggan tertentu kepada pihak tertentu pula.
Adalah perwujudan logika bisnis dan arus proses dalam software aplikasi. Sumberdaya yang dimaksud bisa berupa aplikasi paket atau aplikasi buatan, ditulis dalam bahasa pemrograman, dan merefleksikan tingkat kompleksitas. Sebagai contoh, software yang mengambil pesanan dari seorang pelanggan dan mengirimkan balasan, proses yang mencetak slip gaji, dan logika yang menghubungkan telepon dari pelanggan tertentu kepada pihak tertentu pula.
c. Sumberdaya Informasi
Saat ini, informasi cenderung terfragmentasi dalam perusahaan, sehingga sulit untuk memandang bisnis sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, grid computing menganggap informasi adalah sumberdaya, mencakup keseluruhan data pada perusahaan dan metadata yang menjadikan data bisa bermakna. Data bias berbentuk terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tersimpan di lokasi manapun, seperti dalam database, sistem file lokal atau
Saat ini, informasi cenderung terfragmentasi dalam perusahaan, sehingga sulit untuk memandang bisnis sebagai satu kesatuan. Sebaliknya, grid computing menganggap informasi adalah sumberdaya, mencakup keseluruhan data pada perusahaan dan metadata yang menjadikan data bisa bermakna. Data bias berbentuk terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur, tersimpan di lokasi manapun, seperti dalam database, sistem file lokal atau
Prinsip Kerja Grid Computing
Dua prinsip
kerja utama grid computing yang membedakannya dari arsitektur komputasi
yang lain, semisal mainframe, klien-server, atau multi-tier:
virtualisasi dan provisioning.
Virtualisasi
Setiap sumberdaya (semisal komputer, disk, komponen aplikasi dan sumber informasi) dikumpulkan bersama-sama menurut jenisnya, lalu disediakan bagi konsumen (semisal orang atau program software). Virtualisasi berarti meniadakan koneksi secara fisik antara penyedia dan konsumen sumberdaya, dan menyiapkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa konsumen mengetahui bagaimana permintaannya bisa terlayani.
Setiap sumberdaya (semisal komputer, disk, komponen aplikasi dan sumber informasi) dikumpulkan bersama-sama menurut jenisnya, lalu disediakan bagi konsumen (semisal orang atau program software). Virtualisasi berarti meniadakan koneksi secara fisik antara penyedia dan konsumen sumberdaya, dan menyiapkan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan tanpa konsumen mengetahui bagaimana permintaannya bisa terlayani.
Provisioning
Ketika konsumen meminta sumberdaya melalui layer virtualisasi, sumberdaya tertentu di belakang layer didefinisikan untuk memenuhi permintaan tersebut, dan kemudian dialokasikan ke konsumen. Provisioning sebagai bagian dari grid computing berarti bahwa system menentukan bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan mengoptimasi jalannya sistem secara keseluruhan
Ketika konsumen meminta sumberdaya melalui layer virtualisasi, sumberdaya tertentu di belakang layer didefinisikan untuk memenuhi permintaan tersebut, dan kemudian dialokasikan ke konsumen. Provisioning sebagai bagian dari grid computing berarti bahwa system menentukan bagaimana cara memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan mengoptimasi jalannya sistem secara keseluruhan
Tiga hal yang di-sharing dalam sebuah sistem grid, antara lain :
Resource, Network dan Proses. Kegunaan atau layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high through put computing dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.
Resource, Network dan Proses. Kegunaan atau layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high through put computing dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.
Jenis-jenis atau komponen-komponen grid computing adalah:
1. Gram (Grid Resources Allocation
& Management)
Komponen ini dibuat untuk mengatur seluruh sumberdaya komputasi yang
tersedia dalam sebuah sistem komputasi grid. Pengaturan ini termasuk eksekusi
program pada seluruh komputer yang tergabung dalam sistem komputasi grid, mulai
dari inisiasi, monitoring, sampai dengan penjadwalan dan koordinasi antar
proses yang terjadi dalam sistem tersebut. Juga dapat berkoordinasi dengan
sistem-sistem pengaturan sumber daya yang telah ada sebelumnya. Dengan
mekanisme ini program-program yang telah dibuat sebelumnya tidak perlu dibangun
ulang atau bila dimodifikasi, modifikasinya minimum.
2. RFT/GridFTP (Reliable File
Transfer/Grid File Transfer Protocol)
Komponen ini dibuat agar pengguna dapat mengakses data yang berukuran besar
dari semua simpul komputasi yang telah tergabung dalam sebuah sistem komputasi
secara efisien. Hal ini tentu saja berpengaruh karena kinerja komputasi tidak
hanya bergantung pada kecepatan komputer yang tergabung dalam mengeksekusi
program, tapi juga seberapa cepat data yang dibutuhkan dapat diakses. Data yang
diakses juga tidak selalu ada pada komputer yang mengeksekusi.
3. MDS (Monitoring and Discovery
Service)
Komponen ini dibuat untuk memonitoring proses komputasi yang sedang
dijalankan agar dapat mendeteksi masalah yang timbul dengan segera. Sedangkan
fungsi disovery dibuat agar pengguna mampu mengetahui keberadaan sumber daya
komputasi beserta karakteristiknya.
4. GSI (Grid Security Infrastructure)
Komponen ini dibuat untuk mengamankan sistem komputasi grid secara
keseluruhan. Komponen ini membedakan teknologi GT4 dengan teknologi-teknologi
sebelumnya. Dengan menerapkan mekanisme keamanan yang tergabung dengan
komponen-komponen komputasi grid lainnya, sistem ini dapat diakses secara luas
tanpa sedikitpun mengurangi tingkat keamanannya. Sistem keamanan ini dibangun
dengan segala komponen yang telah diuji, mencakup proteksi data, autentikasi,
delegasi dan autorisasi.
Konsep Dasar Grid Computing
Beberapa konsep dasar dari grid computing :
·
Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
·
Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda,
mencakup
·
Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage
berbeda pada node berbeda, Kebijakan
berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.
·
Sifat alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah
·
Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet)
·
Tiga hal yang di-,sharing dalam sebuah sistem grid, antara lain : Resource,
Network dan Proses. Kegunaan / layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk
melakukan high throughput computing dibidang penelitian, ataupun proses
komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer.
Cara Kerja Grid Computing
Menurut tulisan singkat oleh Ian Foster ada check-list yang dapat digunakan
untuk mengidentifikasi bahwa suatu sistem melakukan komputasi grid yaitu :
- Sistem
tersebut melakukan koordinasi terhadap sumberdaya komputasi yang tidak berada
dibawah suatu kendali terpusat. Seandainya sumber daya yang digunakan berada
dalam satu cakupan domain administratif, maka komputasi tersebut belum dapat
dikatakan komputasi grid.
- Sistem
tersebut menggunakan standard dan protokol yang bersifat terbuka (tidak terpaut
pada suatu implementasi atau produk tertentu). Komputasi grid disusun dari
kesepakatan-kesepakatan terhadap masalah yang fundamental, dibutuhkan untuk
mewujudkan komputasi bersama dalam skala besar. Kesepakatan dan standar yang
dibutuhkan adalah dalam bidang autentikasi, otorisasi, pencarian sumberdaya,
dan akses terhadap sumber daya.
- Sistem
tersebut berusaha untuk mencapai kualitas layanan yang canggih, (nontrivial
quality of service) yang jauh diatas kualitas layanan komponen individu dari
komputasi grid tersebut.
Cara kerja Grid Computing
Keuntungan Grid
Computing
Secara generik, keuntungan dasar dari penerapan
komputasi Grid, yaitu:
·
Perkalian dari sumber daya: Resource pool dari CPU dan storage tersedia
ketika idle
·
Lebih cepat dan lebih besar: Komputasi simulasi dan penyelesaian masalah
apat berjalan lebih cepat dan mencakup domain yang lebih luas
·
Software dan aplikasi: Pool dari aplikasi dan pustaka standard, Akses
terhadap model dan perangkat berbeda, Metodologi penelitian yang lebih baik
·
Data: Akses terhadap sumber data global, dan Hasil penelitian lebih baik

Tidak ada komentar:
Posting Komentar